Trend Reseller Produk UMKM Bagi Ibu Rumah Tangga - Siapa bilang jika seorang perempuan yang sudah menikah dan mempunyai anak tidak boleh berkreasi? Tidak bisa bekerja membantu suami atau berkarya dan sukses dalam sesuatu yang dijalani?
Ilustrasi: dengan menjadi pengguna atau seller di aplikasi Evermos, peluang menjadi reseller terbuka lebar bagi setiap Ibu Rumah Tangga yang berminat menjalankan bisnis di rumah.
Trend Reseller Produk UMKM Bagi Ibu Rumah Tangga
Anggapan di atas adalah salah besar. Tahu tidak, jika belakangan ini wanita menikah terutama ibu rumah tangga yang tidak bekerja kantoran banyak yang sudah melirik dunia bisnis. Caranya tidak lain adalah dengan menjadi reseller.
Entah produk pakaian, makanan dan minuman ringan, alat kesehatan, perlatan dapur, dan lain sebagainya. Tren ini membawa angin segar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Kominfo ada sekitar 59,2 juta pelaku bisnis UMKM yang ada di Indonesia.
Dari sekian banyak angka itu, bukan tidak mungkin jika sebagian orang-orang yang ada di balik usaha tersebut adalah wanita atau ibu rumah tangga yang berkecimpung sebagai reseller produk UMKM.
Manfaat Menjadi Reseller Produk UMKM Bagi Ibu Rumah Tangga
The Power of Emak-emak. Merupakan
jargon dan mantra jitu bagi ibu rumah tangga yang punya segudang aktifitas.
Bukan cuma mengurus suami, membesarkan anak, atau mengerjakan pekerjaan rumah
pada umumnya. Seorang wanita berkeluarga juga ternyata sekarang banyak yang
sudah double job dengan membuka
bisnis atau menjadi agen reseller
bagi berbagai produk UMKM.
Nah, apa saja sih
sebenarnya manfaat bagi ibu rumah tangga jika bergabung menjadi reseller produk UMKM? Berikut beberapa
penjelasannya.
1. Membantu Perekonomian Keluarga
Harga bahan pokok
melambung tinggi. BBM (Bahan Bakar Minyak) semakin naik dari hari ke hari.
Iuran sekolah semakin tinggi setiap tahun. Biaya kesehatan juga semakin mahal.
Belum lagi kebutuhan seperti listrik, air, belanja barang penting yang
mendesak, dan lain-lain.
Hal-hal tersebut di
atas mungkin bisa jadi alasan utama bagi ibu rumah tangga untuk memutuskan
menjalani pekerjaan sampingan atuu menjadi agen reseller produk UMKM.
Salah satu
contohnya dampak dari kenaikan BBM. Di satu pihak hal tersebut menurunkan daya
beli masyarakat. Tetapi, di pihak lain menyebabkan mereka beralih ke produk
yang lebih murah dan terjangkau kantong. Seperti produk UMKM besutan anak dalam
negeri. Nah, inilah yang harus diambil keuntungannya oleh ibu rumah tangga.
Tidak bisa
dinafikan dengan menjadi reseller,
seorang ibu rumah tangga bisa menambah pundi-pundi uang untuk keluarga. Bahkan,
bukan tidak mungkin jika usaha sampingan ini justru bisa menjadi penghasilan
utama keluarga. Kenapa tidak?
Jika para ibu rumah
tangga ini cukup jeli melihat perkembangan pasar, kebutuhan calon konsumen,
pergerakan mata uang, dan hal lain yang penting, bukan hal mustahil dengan
menjadi reseller mampu membawa mereka
ke gerbang kesuksesan.
Menjadi reseller sebuah produk UMKM pun
sebenarnya cukup fleksibel, karena rata-rata pemilik usaha tidak mewajibkan
bagi para agennya untuk fokus di produknya saja.
Dengan demikian,
bagi ibu rumah tangga yang sanggup bisa saja menjadi reseller dari dua atau bahkan lebih banyak lagi produk UMKM. Selama
bisa mengandel semua dengan amanah dan tanggung jawab. Semua itu hanya tinggal
manajemen waktu yang perlu diterapkan oleh ibu rumah tangga itu sendiri.
Apalagi jika dia
dapat mengaplikasikan kemampuan menjualnya lewat online. Usaha kecil yang dirintis dengan sederhana mungkin saja
berkembang pesat lewat penjualan di website
dan media sosial.
2. Ajang Aktualisasi Diri
Terkadang kebosanan
bisa menyapa ibu rumah tangga di tengah kesibukannya mengurus keluarga dan
pekerjaan rumah. Tidak jarang di beberapa kasus, kebosanan itu berujung keretakan
rumah tangga atau malapetaka lain.
Ibu rumah tangga
yang merasa tidak diakui, kurang diapresiasi, tidak dihargai dapat membuatnya
terjerumus ke dalam sikap dan tindakan terpuji. Atau contoh ekstrem yaitu bunuh
diri. Nah, dengan berbisnis perasaan-perasaan tersebut dapat dihindari.
Menghabiskan waktu
dengan menjadi reseller produk UMKM
seperti ini membawa tiga dampak positif.
Yang pertama,
mengurangi rasa bosan karena rutinitas yang berulang setiap hari. Seperti yang
sudah dijelaskan sebelumnya, rasa penat berkepanjangan dapat memicu stres yang
berujung pada kelakuan yang tidak diinginkan. Dengan berbisnis seorang ibu
rumah tangga punya kesempatan untuk lebih menghargai dirinya sendiri.
Kedua, seorang
wanita menikah dan punya anak bisa membuktikan diri bahwa dia mampu melakukan
pekerjaan yang sama dengan suaminya. Meski tidak harus berkutat di kantor.
Malah dalam beberapa hal dia bisa jauh lebih baik. Karena, tetap bisa mengurus
keluarga dan bekerja dari rumah sekaligus.
Ketiga, menaikkan
perekonomian keluarga. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa ibu
rumah tangga yang berbisnis sedikit banyak mampu membantu meningkatkan
kesejahteraan keluarga. Malah ada beberapa di antaranya yang sukses dan
menjadikan bisnis sampingan reseller
UMKM menjadi pendapatan utama.
3. Meningkatkan Pemakaian Produk Dalam Negeri
Semakin banyak
orang yang menjadi reseller produk
UMKM akan berbanding lurus dengan meningkatnya pemakaian produk dalam negeri.
Ini sejalan dengan misi dari Kementrian Koperasi dan UMKM yang menginginkan
pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menjadi jawara di negeri sendiri.
Jika mau
hitung-hitungan kira-kira ada berapa banyak ibu rumah tangga yang ada di
Indonesia? Misalkan saja ada 50 juta orang. Jika setengah dari mereka bisa
menjadi reseller UMKM, bayangkan ada berapa banyak promosi, penjualan dan
pemakain produk dalam negeri dalam sebulan. Dalam setahun? Dalam tiga atau lima
tahun mendatang? Pasti akan sangat luar biasa jumlahnya.
Itu belum dihitung
dengan pebisnis lain yang bukan ibu rumah tangga. Target membuat bisnis UMKM
menjadi yang terdepan di Indonesia bukanlah sesuatu yang mustahil jika ini
sampai terjadi.
4. Memberi Dampak Positif pada Perkembangan Ekonomi
Indonesia
Ibu rumah tangga
yang menjadi reseller produk UMKM,
bisa membantu perekonomian keluarga. Namun, di lain pihak bukan hanya
kesejahteraan keluarga saja yang mampu didongkrak lewat bisnis Usaha Mikro,
Kecil dan Menengah ini.
Dengan menjadi reseller yang mempromosikan
dan memperjualbelikan produk UMKM dalam negeri, sedikit banyak bisa membantu
mendongkrak perekonomian negara. Akan lebih banyak menyerap tenaga kerja dan
menaikkan daya beli masyarakat.
Belum lagi jika
usaha tersebut dapat menembus pasar regional atau global. Hal ini dapat
berimbas pada kenaikan ekspor Indonesia yang berdampak pada pendapatan per
kapita negara yang semakin meningkat.
5. Menaikkan Ekspor Indonesia
Setali tiga uang
dengan pembahasan di atas. Jika pelaku bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
semakin menjamur sampai menyentuh pasar internasional akan berakibat kepada
kenaikan jumlah ekspor produk Indonesia ke luar negeri.
Jika ekspor lebih banyak ketimbang impor akan berdampak kepada kenaikan pendapatan per kapita negara. Jadi, seharusnya negara tidak hanya berpatokan atau bergantung pada pendapatan devisa dari TKW (Tenaga Kerja Wanita) atau TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang bekerja di luar negara. Justru, pada penjualan produk UMKM-lah negara patut berharap lebih.

Posting Komentar
Posting Komentar